<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Once Upon A Life &#187; doa</title>
	<atom:link href="http://www.olentz.net/blog/tag/doa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.olentz.net/blog</link>
	<description>where every little thing is special...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 22 Jan 2010 15:18:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Ketika Aku Lelah Berdoa</title>
		<link>http://www.olentz.net/blog/2008/11/30/ketika-aku-lelah-berdoa/</link>
		<comments>http://www.olentz.net/blog/2008/11/30/ketika-aku-lelah-berdoa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 17:16:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Olentz</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Life]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[soul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.olentz.net/blog/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan, aku lelah berdoa ketika tak cukup kalimat berucap mengutarakan maksud, mewujudkan rasa ketika burung masih berkicau tak peduli debu menghalau menghanyutkan bunyinya parau Aku lelah berdoa saat mata tak sama hati mentap bunga di antara embun pagi merekah indah&#8230; Lalu, tertimpa cahaya mentari Ah, Tuhan&#8230; Bagaimana aku harus berkata doa jika lidahku kian jauh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>Tuhan, aku lelah berdoa
ketika tak cukup kalimat berucap
mengutarakan maksud, mewujudkan rasa
ketika burung masih berkicau
tak peduli debu menghalau
menghanyutkan bunyinya parau
Aku lelah berdoa
saat mata tak sama hati
mentap bunga di antara embun pagi
merekah indah&#8230;
Lalu, tertimpa cahaya mentari
Ah, Tuhan&#8230;
Bagaimana aku harus berkata doa
jika lidahku kian jauh
jika jiwaku terasa pecah
tak sinkron dengan pancaindera
mengaburkan harapan
sebelum dan sesudah doa
sampai habis suara?
Tapi, apalagi yang bisa kulaukan
karena dalam kelelahan doaku,
kubutuh Kau yang ada entah di mana.
Ya sudah. Amin saja.</blockquote>

<p style="text-align: right;">- anjar  Anastasia &#8220;apa kabar kang je?&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.olentz.net/blog/2008/11/30/ketika-aku-lelah-berdoa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
